PERHITUNGAN KONSTANTA C MENURUT AL-QUR’AN

CAHAYA

Mungkin Anda pernah tahu bahwa konstanta C atau kecepatan cahaya, yaitu kecepatan tercepat di jagad raya ini diukur, dihitung, atau ditentukan oleh United Stated National of Bureau Standards sebesar:

C = 299.792,4574 + 0,0011 km/det

Saya akan memaparkan teori fisika menghitung konstanta c menurut Al-Qur’an ditemukan oleh pakar fisika mesir DR. Mansour Hassab Elnaby .

Ayat yang menyebutkannya :

”Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan…..” (QS. Yunus 10:5)

”Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.  Masing-masing beredar dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiyaa’ 21:33)

“…..Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj 22:47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.“ (QS. As-Sajdah 32:5)

Dari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut dapat disimpulkan bahwa:

Jarak yang dicapai Sang Urusan selama satu hari sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1.000 tahun atau 12.000 bulan.

Penjelasan:

Dalam hal ini digunakan obyek bulan karena sesungguhnya sistem penanggalan dan bilangan tahun yang ada dalam ajaran Islam adalah berdasarkan peredaran bulan.

Dalam kesimpulan di atas dapat dikatakan terdapat dua ‘waktu’ yaitu waktu yang ditempuh Sang Urusan (ruang waktu 1) dan waktu yang ditempuh, dirasakan, atau yang ada dalam ingatan manusia (ruang waktu 2).

Besaran yang dapat dipersamakan terhadap dua ‘waktu’ tersebut adalah jarak, dalam hal ini jarak yang dicapai Sang Urusan adalah sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1.000 tahun. Sang Urusan yang dimaksud adalah sesuatu yang ‘dibawa’ oleh malaikat. Dapat dimengerti bahwa penggunaan jarak tempuh bulan selama 1.000 tahun dalam perhitungan ini sangat logis karena (pertama) sebenarnya baik manusia dan bulan ada dalam satu waktu (yaitu ruang waktu 2), dan (kedua) bulan beredar secara tetap dan kontinu sehingga dapat diterima jika dijadikan sebagai acuan yang ada dalam ingatan manusia.

Jarak yang dipersamakan tersebut dapat dijabarkan dalam persamaan:

C x t  =  1.200 x L

Dimana:

C = Kecepatan Sang Urusan

t   = Waktu satu hari

L  = Panjang rute edar  bulan selama 1 bulan

Dalam perhitungan ini digunakan ‘Sistem Kalender Bulan Sidereal’ yaitu didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.

1 hari     = 23 jam 56 menit 4,0906 detik

= 86.164,0906 detik

1 bulan  = 27,321661 hari

Sebuah catatan tentang kecepatan bulan (v)

Ada dua tipe kecepatan bulan :

1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan

rumus berikut:

ve = 2 . pi . R / T

dimana  R = jari-jari revolusi bulan = 384.264 km

T = periode revolusi bulan = 655,71986 jam

Jadi  ve =  2 x pi x 384.264 km / 655,71986 jam

=  3682,06313 km/jam

2.  Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan.

Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan

yang pertama dengan cosinus a, sehingga:

v  =  Ve x Cos a

Dimana a  adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal

a  = 26,92848o

JADI :

C.t  = 12.000.L

C.t = 12.000.v.t

C.t = 12.000 . ( ve . Cos a  ) . T

C  = 12.000 . ve . Cos a . T / t

C  = 12.000 x 3682,06313 km/jam x 0,89157 x 655,71986 jam / 86.164,0906 det

C  = 299.792,78951 km/det

Jika dibandingkan dengan penetapan United Stated National of Bureau Standards

C = 299.792,4574 + 0,0011 km/det

KOREKSI PERHITUNGAN:

  1. Dalam perhitungan ini masih terdapat kekurangan yaitu adanya pembulatan angka pada setiap tahap karena keterbatasan data, seperti data jari-jari bumi, dll.
  2. Perhitungan ini dan perhitungan yang dilakukan oleh US National Bureau Standards masih sama-sama mengandung kekurangan karena sebenarnya bukan semata-mata perhitungan tetapi juga terdapat pengukuran dengan peralatan manusia yang tidak menghasilkan nilai mutlak.

KESIMPULAN:

Terdapat konsistensi yang baik antara perhitungan yang dihasilkan oleh US NBS dengan perhitungan yang didasarkan pada informasi Al-Qur’an.

Wallahualam bishowab

Based on M. Zuhdi’s Presentation, revised by Ais (2003)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s